Jumat, 01 Januari 2016
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN
PONDOK PESANTREN TARBIYATUT THOLABAH

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang sekaligus merupakan lembaga sosial kemasyarakatan. Untuk melaksanakan fungsinya, pondok pesantren memiliki kurikulum pengajaran yang berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Menurut gusdur (K.H. Abdur Rohman Wahid) kurikulum pondok pesantren pada umumnya dapat diringkas ke dalam pokok-pokok sebagai berikut :
1.          kurikulum itu ditujukan untuk mencetak kader-kader ulama’.
2.          struktur dasar kurikulum itu adalah pengajaran agama segenap tingkatannya dan pemberian pendidikan dalam bentuk bimbingan kepada santri secara pribadi oleh kyai.
3.          secara keseluruhan kurikulum yang ada berwatak lentur dalam arti setiap santri berkesempatan menyusun kurikulumnya sendiri sepenuhnya atau sebagian sesuai kebutuhan.
Disamping itu pesantren memiliki sejumlah nilai yang menunjukkan keaslian perwatakan hidup para penghuninya dan sekaligus menumpang perkembangannya fungsi kemasyarakatan pesantren sebagai alat transformasi kultur masyarakat sekelilingnya, untuk membawa masyarakat kepada pengungkapan penhayatan dan pengalaman Ajaran Agama islam secara utuh nilai-nilai itu juga mempengaruhi perkembangan kurikulum dan sisitem pendidikannya.
Dewasa ini pondok pesantren telah banyak mengalami perkembangan dan perubahan dalam berbagai macam. Perkembangan itu mengambil bentuk pelestarian misinya yang utama yaitu sebagai tempat menggembleng kader-kader ulama’ yang dapat menunaikan tugas melakukan pembinaan kehidupan keagamaan di daerahnya masing-masing. Bentuk-bentuk perkembangan itu sebagai berikut :

1.          Pendidikan Non Klasikal
Pendidikan non klasikal yaitu menggunakan metode pengajaran weton dan sorogan, arti weton berasal dari kata wektu (Jawa) yang berarti waktu. Dinamakan wettonan karena pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu. Adapun istilah sorogsn berasal dari kata sorog (Jawa) yang berarti menyodorkan. Metode sorogan adalah santri menghadap kyai seorang demi seirang untuk dikaji. Dalam dunia modern metode ini dapat dipersamakan dengan istilah tutorship atau mentorship. Metode ini diakui paling intensip karena dilakukan seorang demi seorang dan ada kesempatan untuk tanya jawab secara langsung.

2.          pendidikan formal (klasikal)
sistem pendidikan ini diselenggarakan dalam bentuk madrasah atau sekolah dari tingkat sampai perguruan tinggi. Dengan sendirinya sisitem pendidikan dan pengajarannya disesuaikan dengan sisitem yang ada di madrasah dengan kurikulum yang baku tanpa menghilangkaan pendidikan agama. Walaupun demikian di beberapa pondok pesantren sistem pendidikan dengan metode weton dan sorogan masih tetap diselenggarakan.
Perkembangan pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji dari awal berdirinya sampai sekarang mengikuti alur perubahan dan perkembangan di atas. Pada permulaan didirikan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah menggunakan sistem pengajaran non klasikal seperti wetonan dan sorogan akan tetapi karena kebutuhan masyarakan serta akibat kemajuan dan perkembangan pendidikan di tanah air, Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah membuka pendidikan formal (klasikal) dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Drajat.



PERKEMBANGAN PENDIDIKAN KLASIKAL DARI MASA KE MASA

A.      Madrasah Salafiyah
didirikan pada tahun 1924 oleh K.H. Abdul Karim Musthofa. Beliau mendirikan madrasah salafiyah dengan diberi nama madrasah “Tabiyatut Tholabah” sedangkan kurikulumnya disesuaikan dengan kurikulum madrasah salafiyah tebuireng jombang. Kemudian pada tahun 1927 K.H.Abdul Karim Musthofa menunakan ibadah haji dan pada tahun 1929 – 1933 Madrasah Salafiyah dipimpin oleh K.H. Adelan. Sejak tahun 1934 istilah Pondok Pesantren Kranji lebih dikenal dengan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji. Pada tahun itu K.H. Abdul Karim setelah pulang kembali dari mengajar di Tebuireng Dengan membawa beberapa santri ke Kranji dan diikuti santri-snatri di Bawean, Surabaya, Malang, Jombang, Nganjuk, dan lain sebagainya. Di antara dewan gurunya pada waktu itu adalah :
1.          K.h. Abdur Rohman Musthofa
2.          Kyai Rasmidin dari Kemantren
3.          Kyai Mas Amirin dari Jombang
4.          K.H. Adelan dari Kranji
5.          k.H. Thoyyib dari Kranji
sedangkan di antara para alumninya :
1.          Kyai Abdur Rosyid dari Gelap Laren Lamongan
2.          Kyai Abu Bakrin dari Drajat Paciran Lamongan
3.          Kyai Abdur Rohim Thoyyib dari Kranji
4.          K.H. Imron dari Banjaranyar
5.          K.h. Abdur Rohman Syamsuri / pengasuh Pondok Pesantren Karangasem Paciran
6.          K.H. Ashuri Syarqowi /pengasuh Pondok Pesantren Mazroatul Ulum Paciran
7.          K.h. Ahmad Thohir Adelan dari Kranji
8.          K.h. Showab dari Godok Laren Lamongan
9.          Prof. Dr. K.H. Tolha Hasan dari Malang
10.     K.h. Salamun dari Paciran

B.       madrasah ibtidaiyah tarbiyatut tholabah
berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatut Tholabah secara resmi mulai diterimanya murid putri yang diprakarsai oleh Ustadz Mohammad Ali Thoyyib pada tahun 1948, sedangkan murid dari Madrasaha Salafiyah (yang didirikan tahun 1924 olek K.H. Abdul Karim Musthofa) sebagian besar masuk ke Madrasah Ibtidaiyah  dan begi yang besar tetap mengikuti Madrasah Salafiyah dengan mengaji sorogan.
Para asatidz yang mengajar di madrasah ibtidaiyah waktu itu adalah :
1.          Ustadz H. Mohammad Ali Thoyyib
2.          Ustadz Abdul Wahab Adelan
3.          Kyai Mohammad Djabir Musthofa
4.          Ustadz Abdul Mu’in Karim (Drs. H)
Diantara alumninya yaitu :
1.          Kyai Nawawi dari Buluhbrangsi Laren Lamongan
2.          Kyai Nur Salim dari Dengok
3.          Kyai Mohammad Sahid dari Wotan Panceng Gresik
Adapun madrasah ibtidaiyah sejak berdiri sampai sekarang terus berjalan dengan lancar. Sedangkan yang memegang roda kepemimpinan mulai dari berdiri sampai sekarang adalah sebagai berikut :

No.
TAHUN
KEPALA MI
KETERANGAN
1.
1948 – 1958
Ust. Moh. Ali Thoyyib
Mulai berdiri secara formal th. 1963
2.
1958 – 1963
K.H. Baqir Adelan
---
3.
1963 – 1975
K.H. Ach. Thohir Adelan
---
4.
1975 – 1980
Drs. HM. Thoha Thoyyib
---
5.
1980 – 1990
Ust. Musthofa Abdurrahman
---
6.
1990 – ...
K.H. Ach. Sjafi’ Ali, A.Ma
Tugas DEPAG

C.      Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatut Tholabah
Karena kebijakan Menteri Agama pada tahun 1962 yang menunjuk beberapa madrasah termasuk Madrasah Tarbiyatut Tholabah Kranji agar mengadakan kelas VII dan VIII tingkat dasar dalam menyongsong madrasah wajib belajar.
Kebijakan Menteri Agama tersebut tidak berhasil. Maka Madrasah Trbiyatut Tholabah Kranji kelas VII dinyatakan menjadi kelas I Tsanawiyah dan kelas VIII dinyatakan menjadi kelas II Tsanawiyah. Pada saat itu tepat tanggal 1 Agustus 1963 dinyatakan sebagai tanggal berdirinya Madrasah Tsanawiyah Tabiyatut Tholabah Kranji. Adapun pendiri Madrasah Tsanawiyah Tabiyatut Tholabah Kranji dan guru-guruna sebagai berikut :
1.          K.H. Muhammad Baqir Adelan
2.          Kyai Abdul Wahab Adelan
3.          Kyai Ahmad Zen Thoha
4.          Kyai Abdulloh Nur
5.          Kyai Abu Bakrin
Sejak mulai berdirinya, diadakan pembenahan baik KBM (kegiatan belajar mengajarnya) maupun pembenahan fisik sehingga menghasilkan lulusan yang pertama. Adapun diantaranya mutakhorrojnya adalah sebagai berikut :
1.          K.H. Abdul Ghofur Marthokan / PP. Sunan Drajat Banjaranyar Paciran
2.          K.H. Muhtar Abdul Wahid, BA dari Tubuwung Gresik
3.          Drs. Abdul Mughni dari Banjaranyar (Anggota DPRD Banyuwangi)
4.          Drs. Muhammad Ghufron dari Gresik (Hakim Pengadilan Agama)
5.          Ustadz Muhammmad Sahid Rohim

Perkembangan MTs. Tarbiyatut Tholabah dari tahun 1963 sampai 1967
Madrasah Tsanawiyah Tabiyatut Tholabah Kranji sjak berdirinya sampai sekarang erus berbenah diri baik sarana prasarana maaupun KBM-nya. Kurikulum yang dipakai pada waktu berdirinya adalah 70% agama dan 30% pengetahuan umum. Bagi siswa kelas III diupayakan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga harus mengikuti Ujian Negara dan waktu itu  Ujian Negara kelasa III MTsN. Pilihannya terlalu jauh, maka diusahakan tetap bisa mengikutinya sehingga harus ujian PGAN 4 tahun dan MTs Tabiyatut Tholabah Kranji namanya dirubah menjadi Mu’alimin Mu’alimat 4 tahun 1972.
Namun karena peraturan pemerintah bahwa PGA swasta dihapus (tahun 1978) dan akhirnya PGAN juga dihapus (tahun 1992), maka Mu’alimin Mu’alimat 4 tahun kembali lagi menjadi MTs. Tahun 1978 dan pada tahun itu pula berdiri Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah.
Pada tahun 1965 MTs. Tarbiyatut Tholaba Kranji mendapat bantuan guru agama Negeri (Drs. M. Ghozi) yang kawin dengan keluarga Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji (Anisah Ali) dan berdomosili di Kranji sampai akhir hayatnya tahun 1990.
Adapun yang pernah menjadi kepala MTs Tabiyatut Tholabah Kranji sejak tahun 1963 sampai 1997 adalah :
1.          K.H. Mohammad Baqir Adelan (periode 1963 – 1974)
2.          Shodik Rohman (periode 1974 – 1982)
3.          Drs. Mohammad Ghozi (periode 1982 – 1990) Kepela Negeri Bantuan Departemen Agama dan akhirnya meninggal tahun 1990
4.          Drs. H. Mas Mulyo Hasan (periode 1990 – 1997)
MTs Tabiyatut Tholabah Kranji selalu menyesuaikan kebijakan pemerintah (Depag), untuk menyambut Undang-Undang Pemerintah nomor 2 tahun 1989 dan pendidikan dasar 9 tahun maka usaha-saha yang dilakukan oleh MTs Tabiyatut Tholabah Kranji adalah :
1.          Atnggal 10 Maret 1990 keluar piagam MTs
2.          Tanggal 10 Mei 1993 keluar piagam terdaftar
3.          Tanggal 7 Mei 1994 keluar piagam diakui
4.          Tanggal 9 Juli1997 piagam disamakan dan satu-satunya MTs. Swasta sekabupaten Lamongan yang disamakan dan 2 MTs. Se Jawa Timur yang disamakan (1997).
Pada peringatan Amal Bakti Departemen Agama ke 48, maka tanggal 3 Januari 1994 diikutkan Departemen Agama Kabupaten Lamongan mengikuti lomba K3L dan dinyatakan sebagai juara satu. Sedangkan pada tanggal 27 September 1997 diikkuti lagi oleh Departemen Agama Kabupaten Lamongan untuk mengikuti lomba Madrasah Swasta (teladan) tingkat karasidenan Bojonegoro, sampai penulisan sejarah ini masih belum ada pengumumaan tentang hasil yang diperoleh.
Sejak berdirinya Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatut Tholsbsh Kranji mulai tahun 1983 sampai dengan tahun 1997 dari segi jumlah siswanya terus mengalami peningkatan secara drastis walaupun di daerah sekitar khususnya di wilayah Paciran telah banyak berdiri Madrasah Tsanawiyah, pada tahun pelajaran 1997/1998 jumlah siswa yang masuk semakin mengalami peningkatan yang sangat pesat sehingga mencapai 708 dengan sarana kegiatan belajar mengajar sebanyak 17 lokal dan 45 dewan pengajar atau dewan guru serta 1 wakil sekolah dan 4 orang pembantu kepala sekolaah serta 6 koordinator.
Untuk mengetahui perkembangan rekapitulasi penerimaan dan kelulusan MTs. Tarbiyatut Tholabah dari tahun 1991 – 1996 dapat dilihat tabel sebagai berikut :

NO
TAHUN PELAJARAN
PENERIMAAN
PELULUSAN
L
P
JUMLAH
L
P
JUMLAH
1.
1991 / 1992
108
156
264
73
111
184
2.
1992 / 1993
131
180
311
91
103
194
3.
1993 / 11994
126
159
311
81
131
212
4.
1994 / 1995
105
140
245
98
177
275
5.
1995 / 1996
112
134
246
99
149
245
6.
1996 / 1997
123
117
140
92
127
219

D.      Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah
Sebelum Madrasah Aliyah berdiri, untuk dapatnya mengikuti ujian persamaan PGAN 6 tahun maka pada tahun 1972 ditambah kelas lanjutan atas dengan nama Madrasah Muta’alimin Tarbiyatut Tholabah 6 tahun.
Namun karena peraturan pemerintah tahun 1978 bahwa PGA swasta dihapus maka Muta’alimin 4 tahun kembali lagi menjadi MTs. Pada tahun 1978 itu pula berdiri Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah.
Termasuk mutakhorj Muta’alimin 6 tahun antara lain :
1.          Ustadz Musthofa Abdur Rohman
2.          Drs. Mohammad Ali Samsuri
3.          H. Mohammad Amin Rosyid dari Besuki
4.          Drs. Mohammad Thoha Thoyyib
Sedangkan mutakhorjnya Madrasah Aliyah yang pertama antara lain :
1.          Drs. Ma’sum (kandidat DPR) dari Wonokerto Dukun Gresikyang sekarang menjadi dosen UIN Sunan Ampel Surabaya
2.          Drs. Muntaha dari Dagan Solokuro Lamongan, sekarang menjadi dosen UIN Sunan Ampel Surabaya
3.          Drs. Zainal Milah Ali (dosen STAI Sunan Drajat Kranji)
4.          Drs. Marshikhon Manshur, SH (dosen STAI Sunan Drajat Kranji)
Sedangkan mutakhorij Madrasah Aliyah yang kedua antara lain :
1.          Drs. H. Masmulyo Hasan (kepala MTs Tarbiyatut Tholabah 1990 – 1997)
2.          Drs. H. Moh. Rhodi (kepala MTs.. Al-Mu’awanah banjaranyar)
3.          Drs. Sombari (kepala desa Takerharjo Solokuro Lamongan)
4.          H. Ali Mahfudi (kepala desa Gelap Laren  Lamongan)
5.          Moh. Suroto (guru SDN Kemantren Paciran Lamongan)
Adapun Madrasah Aliyah mulai berdiri sampai sekarang terus berjalan dengan lancar dan sejak tanggal 6 September 1993 berdasarkan hasil akriditasi maka Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah Kranji dari status terdaftar menjadi diakui oleh Departemen Agama Wilayah Jawa Timur engan nomor statistik madrasah ( NSM : 312352422312).
Sedangkan jumlah penerimaan siswa dan pelulusan Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah Kranji dari tahun 1995 – 1997 sebagaimana tersebut di tabel sebagai berikut :

NO
TAHUN PELAJARAN
PENERIMAAN
PELULUSAN
L
P
JUMLAH
L
P
JUMLAH
1.
1991 / 1992
83
86
169
57
63
110
2.
1992 / 1993
101
92
193
59
82
141
3.
1993 / 11994
73
94
167
63
79
142
4.
1994 / 1995
77
155
232
69
74
143
5.
1995 / 1996
91
173
264
66
75
141
6.
1996 / 1997
96
169
265
-
-
-

Perlu diketahui sejak berdiri sampai roda kepemimpinan Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah Kranji dipimpin oleh Drs. Moh. Yahya.
E.       Kuliah Kitab Kuning
Setelah terjadinya beberapa perubahan kurikulum Madrasah Aliyah yang menyebabkan masih kurangnya bekal ilmu Agama bagi mutakhorijnya, maka paa tahun 1986 Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji menganggap sangat perlunya untuk menambah pelajaran Agama maka berdirilah kelas khusus Agama dengan masa dua tahun yang diberi nama Kuliah Kitab Kuning (KKK).
Diantara guru-gurunya adalah :
1.          K.H. Moh. Baqir Adelan
2.          K.H. Salim Azhar
3.          K.H. Abdulloh Amin , Lc.
4.          K.H. Abdul Hadi Yasin
5.          K.H. Nur Salim
6.          Ustadz Qomaruddin Mahmud
Kuliah Kitab Kuning ini, dengan berdirinya STIT Sunan Giri di Kranji maka megalami penyusutan murid, sehingga akhirnya mengalami kefakuman.

F.       Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) Tarbiyatut Tholabah
Bila pada tahun 1988 Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji mendirikan STIT Sunan Giri Lamongan di Kranji. Maka pada tahun 1993 Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji membuka Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) sesuai dengan program Departemen Agama di mana madrasah tersebut administrasinya dan asramanya dipisahkan dengan Madrasah Aliyah.
Pada awal berdirinya koordinatornya adalah Drs. Fathur Rahman kemudian dilanjutkan oleh M. Munif Na’im , Lc baru kemudian Dra. Lujeng Luthfiah.
Kurikulumnya menggunakan standar Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri Jember. Alhamdulillah dari tahun ke tahun jumlah siswa-siswinya mengalami peningkatan jumlahnya.

G.      STIT Sunan Giri Lamongan di Kranji
Setelah dianggap perlu

H.      STAI Sunan Drajat

0 komentar:

Posting Komentar

Popular

Blogger templates

Blogroll

About

Buscar