PERKEMBANGAN
PENDIDIKAN
PONDOK
PESANTREN TARBIYATUT THOLABAH
Pondok pesantren adalah
lembaga pendidikan islam yang sekaligus merupakan lembaga sosial
kemasyarakatan. Untuk melaksanakan fungsinya, pondok pesantren memiliki
kurikulum pengajaran yang berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya.
Menurut gusdur (K.H. Abdur Rohman Wahid) kurikulum pondok pesantren pada
umumnya dapat diringkas ke dalam pokok-pokok sebagai berikut :
1.
kurikulum itu ditujukan untuk mencetak
kader-kader ulama’.
2.
struktur dasar kurikulum itu adalah
pengajaran agama segenap tingkatannya dan pemberian pendidikan dalam bentuk
bimbingan kepada santri secara pribadi oleh kyai.
3.
secara keseluruhan kurikulum yang ada
berwatak lentur dalam arti setiap santri berkesempatan menyusun kurikulumnya
sendiri sepenuhnya atau sebagian sesuai kebutuhan.
Disamping itu pesantren
memiliki sejumlah nilai yang menunjukkan keaslian perwatakan hidup para
penghuninya dan sekaligus menumpang perkembangannya fungsi kemasyarakatan
pesantren sebagai alat transformasi kultur masyarakat sekelilingnya, untuk
membawa masyarakat kepada pengungkapan penhayatan dan pengalaman Ajaran Agama
islam secara utuh nilai-nilai itu juga mempengaruhi perkembangan kurikulum dan
sisitem pendidikannya.
Dewasa ini pondok
pesantren telah banyak mengalami perkembangan dan perubahan dalam berbagai
macam. Perkembangan itu mengambil bentuk pelestarian misinya yang utama yaitu
sebagai tempat menggembleng kader-kader ulama’ yang dapat menunaikan tugas
melakukan pembinaan kehidupan keagamaan di daerahnya masing-masing.
Bentuk-bentuk perkembangan itu sebagai berikut :
1.
Pendidikan
Non Klasikal
Pendidikan
non klasikal yaitu menggunakan metode pengajaran weton dan sorogan, arti weton
berasal dari kata wektu (Jawa) yang berarti waktu. Dinamakan wettonan karena
pengajian tersebut diberikan pada waktu-waktu tertentu. Adapun istilah sorogsn
berasal dari kata sorog (Jawa) yang berarti menyodorkan. Metode sorogan adalah
santri menghadap kyai seorang demi seirang untuk dikaji. Dalam dunia modern
metode ini dapat dipersamakan dengan istilah tutorship atau mentorship. Metode
ini diakui paling intensip karena dilakukan seorang demi seorang dan ada
kesempatan untuk tanya jawab secara langsung.
2.
pendidikan
formal (klasikal)
sistem
pendidikan ini diselenggarakan dalam bentuk madrasah atau sekolah dari tingkat
sampai perguruan tinggi. Dengan sendirinya sisitem pendidikan dan pengajarannya
disesuaikan dengan sisitem yang ada di madrasah dengan kurikulum yang baku
tanpa menghilangkaan pendidikan agama. Walaupun demikian di beberapa pondok
pesantren sistem pendidikan dengan metode weton dan sorogan masih tetap
diselenggarakan.
Perkembangan
pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji dari
awal berdirinya sampai sekarang mengikuti alur perubahan dan perkembangan di
atas. Pada permulaan didirikan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah menggunakan
sistem pengajaran non klasikal seperti wetonan dan sorogan akan tetapi karena
kebutuhan masyarakan serta akibat kemajuan dan perkembangan pendidikan di tanah
air, Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah membuka pendidikan formal (klasikal)
dengan mendirikan Taman Kanak-Kanak, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah,
Madrasah Aliyah, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Drajat.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN
KLASIKAL DARI MASA KE MASA
A.
Madrasah
Salafiyah
didirikan
pada tahun 1924 oleh K.H. Abdul Karim Musthofa. Beliau mendirikan madrasah
salafiyah dengan diberi nama madrasah “Tabiyatut Tholabah” sedangkan
kurikulumnya disesuaikan dengan kurikulum madrasah salafiyah tebuireng jombang.
Kemudian pada tahun 1927 K.H.Abdul Karim Musthofa menunakan ibadah haji dan
pada tahun 1929 – 1933 Madrasah Salafiyah dipimpin oleh K.H. Adelan. Sejak
tahun 1934 istilah Pondok Pesantren Kranji lebih dikenal dengan Pondok
Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji. Pada tahun itu K.H. Abdul Karim setelah
pulang kembali dari mengajar di Tebuireng Dengan membawa beberapa santri ke Kranji
dan diikuti santri-snatri di Bawean, Surabaya, Malang, Jombang, Nganjuk, dan
lain sebagainya. Di antara dewan gurunya pada waktu itu adalah :
1.
K.h. Abdur Rohman Musthofa
2.
Kyai Rasmidin dari Kemantren
3.
Kyai Mas Amirin dari Jombang
4.
K.H. Adelan dari Kranji
5.
k.H. Thoyyib dari Kranji
sedangkan di
antara para alumninya :
1.
Kyai Abdur Rosyid dari Gelap Laren
Lamongan
2.
Kyai Abu Bakrin dari Drajat Paciran
Lamongan
3.
Kyai Abdur Rohim Thoyyib dari Kranji
4.
K.H. Imron dari Banjaranyar
5.
K.h. Abdur Rohman Syamsuri / pengasuh Pondok
Pesantren Karangasem Paciran
6.
K.H. Ashuri Syarqowi /pengasuh Pondok
Pesantren Mazroatul Ulum Paciran
7.
K.h. Ahmad Thohir Adelan dari Kranji
8.
K.h. Showab dari Godok Laren Lamongan
9.
Prof. Dr. K.H. Tolha Hasan dari Malang
10.
K.h. Salamun dari Paciran
B.
madrasah
ibtidaiyah tarbiyatut tholabah
berdirinya
Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatut Tholabah secara resmi mulai diterimanya murid
putri yang diprakarsai oleh Ustadz Mohammad Ali Thoyyib pada tahun 1948,
sedangkan murid dari Madrasaha Salafiyah (yang didirikan tahun 1924 olek K.H.
Abdul Karim Musthofa) sebagian besar masuk ke Madrasah Ibtidaiyah dan begi yang besar tetap mengikuti Madrasah
Salafiyah dengan mengaji sorogan.
Para
asatidz yang mengajar di madrasah ibtidaiyah waktu itu adalah :
1.
Ustadz H. Mohammad Ali Thoyyib
2.
Ustadz Abdul Wahab Adelan
3.
Kyai Mohammad Djabir Musthofa
4.
Ustadz Abdul Mu’in Karim (Drs. H)
Diantara
alumninya yaitu :
1.
Kyai Nawawi dari Buluhbrangsi Laren Lamongan
2.
Kyai Nur Salim dari Dengok
3.
Kyai Mohammad Sahid dari Wotan Panceng
Gresik
Adapun
madrasah ibtidaiyah sejak berdiri sampai sekarang terus berjalan dengan lancar.
Sedangkan yang memegang roda kepemimpinan mulai dari berdiri sampai sekarang
adalah sebagai berikut :
|
No.
|
TAHUN
|
KEPALA MI
|
KETERANGAN
|
|
1.
|
1948
– 1958
|
Ust.
Moh. Ali Thoyyib
|
Mulai
berdiri secara formal th. 1963
|
|
2.
|
1958
– 1963
|
K.H.
Baqir Adelan
|
---
|
|
3.
|
1963
– 1975
|
K.H.
Ach. Thohir Adelan
|
---
|
|
4.
|
1975
– 1980
|
Drs.
HM. Thoha Thoyyib
|
---
|
|
5.
|
1980
– 1990
|
Ust.
Musthofa Abdurrahman
|
---
|
|
6.
|
1990
– ...
|
K.H.
Ach. Sjafi’ Ali, A.Ma
|
Tugas
DEPAG
|
C.
Madrasah
Tsanawiyah Tarbiyatut Tholabah
Karena
kebijakan Menteri Agama pada tahun 1962 yang menunjuk beberapa madrasah
termasuk Madrasah Tarbiyatut Tholabah Kranji agar mengadakan kelas VII dan VIII
tingkat dasar dalam menyongsong madrasah wajib belajar.
Kebijakan
Menteri Agama tersebut tidak berhasil. Maka Madrasah Trbiyatut Tholabah Kranji
kelas VII dinyatakan menjadi kelas I Tsanawiyah dan kelas VIII dinyatakan
menjadi kelas II Tsanawiyah. Pada saat itu tepat tanggal 1 Agustus 1963
dinyatakan sebagai tanggal berdirinya Madrasah Tsanawiyah Tabiyatut Tholabah
Kranji. Adapun pendiri Madrasah Tsanawiyah Tabiyatut Tholabah Kranji dan
guru-guruna sebagai berikut :
1.
K.H. Muhammad Baqir Adelan
2.
Kyai Abdul Wahab Adelan
3.
Kyai Ahmad Zen Thoha
4.
Kyai Abdulloh Nur
5.
Kyai Abu Bakrin
Sejak
mulai berdirinya, diadakan pembenahan baik KBM (kegiatan belajar mengajarnya)
maupun pembenahan fisik sehingga menghasilkan lulusan yang pertama. Adapun
diantaranya mutakhorrojnya adalah sebagai berikut :
1.
K.H. Abdul Ghofur Marthokan / PP. Sunan
Drajat Banjaranyar Paciran
2.
K.H. Muhtar Abdul Wahid, BA dari
Tubuwung Gresik
3.
Drs. Abdul Mughni dari Banjaranyar
(Anggota DPRD Banyuwangi)
4.
Drs. Muhammad Ghufron dari Gresik (Hakim
Pengadilan Agama)
5.
Ustadz Muhammmad Sahid Rohim
Perkembangan
MTs. Tarbiyatut Tholabah dari tahun 1963 sampai 1967
Madrasah
Tsanawiyah Tabiyatut Tholabah Kranji sjak berdirinya sampai sekarang erus
berbenah diri baik sarana prasarana maaupun KBM-nya. Kurikulum yang dipakai
pada waktu berdirinya adalah 70% agama dan 30% pengetahuan umum. Bagi siswa
kelas III diupayakan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga
harus mengikuti Ujian Negara dan waktu itu
Ujian Negara kelasa III MTsN. Pilihannya terlalu jauh, maka diusahakan
tetap bisa mengikutinya sehingga harus ujian PGAN 4 tahun dan MTs Tabiyatut Tholabah
Kranji namanya dirubah menjadi Mu’alimin Mu’alimat 4 tahun 1972.
Namun
karena peraturan pemerintah bahwa PGA swasta dihapus (tahun 1978) dan akhirnya PGAN
juga dihapus (tahun 1992), maka Mu’alimin Mu’alimat 4 tahun kembali lagi
menjadi MTs. Tahun 1978 dan pada tahun itu pula berdiri Madrasah Aliyah
Tarbiyatut Tholabah.
Pada
tahun 1965 MTs. Tarbiyatut Tholaba Kranji mendapat bantuan guru agama Negeri
(Drs. M. Ghozi) yang kawin dengan keluarga Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah
Kranji (Anisah Ali) dan berdomosili di Kranji sampai akhir hayatnya tahun 1990.
Adapun
yang pernah menjadi kepala MTs Tabiyatut Tholabah Kranji sejak tahun 1963
sampai 1997 adalah :
1.
K.H. Mohammad Baqir Adelan (periode 1963
– 1974)
2.
Shodik Rohman (periode 1974 – 1982)
3.
Drs. Mohammad Ghozi (periode 1982 –
1990) Kepela Negeri Bantuan Departemen Agama dan akhirnya meninggal tahun 1990
4.
Drs. H. Mas Mulyo Hasan (periode 1990 –
1997)
MTs
Tabiyatut Tholabah Kranji selalu menyesuaikan kebijakan pemerintah (Depag),
untuk menyambut Undang-Undang Pemerintah nomor 2 tahun 1989 dan pendidikan
dasar 9 tahun maka usaha-saha yang dilakukan oleh MTs Tabiyatut Tholabah Kranji
adalah :
1.
Atnggal 10 Maret 1990 keluar piagam MTs
2.
Tanggal 10 Mei 1993 keluar piagam
terdaftar
3.
Tanggal 7 Mei 1994 keluar piagam diakui
4.
Tanggal 9 Juli1997 piagam disamakan dan
satu-satunya MTs. Swasta sekabupaten Lamongan yang disamakan dan 2 MTs. Se Jawa
Timur yang disamakan (1997).
Pada
peringatan Amal Bakti Departemen Agama ke 48, maka tanggal 3 Januari 1994
diikutkan Departemen Agama Kabupaten Lamongan mengikuti lomba K3L dan
dinyatakan sebagai juara satu. Sedangkan pada tanggal 27 September 1997
diikkuti lagi oleh Departemen Agama Kabupaten Lamongan untuk mengikuti lomba
Madrasah Swasta (teladan) tingkat karasidenan Bojonegoro, sampai penulisan
sejarah ini masih belum ada pengumumaan tentang hasil yang diperoleh.
Sejak
berdirinya Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatut Tholsbsh Kranji mulai tahun 1983
sampai dengan tahun 1997 dari segi jumlah siswanya terus mengalami peningkatan
secara drastis walaupun di daerah sekitar khususnya di wilayah Paciran telah
banyak berdiri Madrasah Tsanawiyah, pada tahun pelajaran 1997/1998 jumlah siswa
yang masuk semakin mengalami peningkatan yang sangat pesat sehingga mencapai
708 dengan sarana kegiatan belajar mengajar sebanyak 17 lokal dan 45 dewan
pengajar atau dewan guru serta 1 wakil sekolah dan 4 orang pembantu kepala
sekolaah serta 6 koordinator.
Untuk
mengetahui perkembangan rekapitulasi penerimaan dan kelulusan MTs. Tarbiyatut
Tholabah dari tahun 1991 – 1996 dapat dilihat tabel sebagai berikut :
|
NO
|
TAHUN
PELAJARAN
|
PENERIMAAN
|
PELULUSAN
|
||||
|
L
|
P
|
JUMLAH
|
L
|
P
|
JUMLAH
|
||
|
1.
|
1991
/ 1992
|
108
|
156
|
264
|
73
|
111
|
184
|
|
2.
|
1992
/ 1993
|
131
|
180
|
311
|
91
|
103
|
194
|
|
3.
|
1993
/ 11994
|
126
|
159
|
311
|
81
|
131
|
212
|
|
4.
|
1994
/ 1995
|
105
|
140
|
245
|
98
|
177
|
275
|
|
5.
|
1995
/ 1996
|
112
|
134
|
246
|
99
|
149
|
245
|
|
6.
|
1996
/ 1997
|
123
|
117
|
140
|
92
|
127
|
219
|
D.
Madrasah
Aliyah Tarbiyatut Tholabah
Sebelum
Madrasah Aliyah berdiri, untuk dapatnya mengikuti ujian persamaan PGAN 6 tahun
maka pada tahun 1972 ditambah kelas lanjutan atas dengan nama Madrasah
Muta’alimin Tarbiyatut Tholabah 6 tahun.
Namun
karena peraturan pemerintah tahun 1978 bahwa PGA swasta dihapus maka
Muta’alimin 4 tahun kembali lagi menjadi MTs. Pada tahun 1978 itu pula berdiri
Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah.
Termasuk
mutakhorj Muta’alimin 6 tahun antara lain :
1.
Ustadz Musthofa Abdur Rohman
2.
Drs. Mohammad Ali Samsuri
3.
H. Mohammad Amin Rosyid dari Besuki
4.
Drs. Mohammad Thoha Thoyyib
Sedangkan mutakhorjnya Madrasah
Aliyah yang pertama antara lain :
1.
Drs. Ma’sum (kandidat DPR) dari
Wonokerto Dukun Gresikyang sekarang menjadi dosen UIN Sunan Ampel Surabaya
2.
Drs. Muntaha dari Dagan Solokuro
Lamongan, sekarang menjadi dosen UIN Sunan Ampel Surabaya
3.
Drs. Zainal Milah Ali (dosen STAI Sunan
Drajat Kranji)
4.
Drs. Marshikhon Manshur, SH (dosen STAI
Sunan Drajat Kranji)
Sedangkan mutakhorij Madrasah
Aliyah yang kedua antara lain :
1.
Drs. H. Masmulyo Hasan (kepala MTs
Tarbiyatut Tholabah 1990 – 1997)
2.
Drs. H. Moh. Rhodi (kepala MTs.. Al-Mu’awanah
banjaranyar)
3.
Drs. Sombari (kepala desa Takerharjo
Solokuro Lamongan)
4.
H. Ali Mahfudi (kepala desa Gelap
Laren Lamongan)
5.
Moh. Suroto (guru SDN Kemantren Paciran
Lamongan)
Adapun
Madrasah Aliyah mulai berdiri sampai sekarang terus berjalan dengan lancar dan
sejak tanggal 6 September 1993 berdasarkan hasil akriditasi maka Madrasah
Aliyah Tarbiyatut Tholabah Kranji dari status terdaftar menjadi diakui oleh
Departemen Agama Wilayah Jawa Timur engan nomor statistik madrasah ( NSM :
312352422312).
Sedangkan
jumlah penerimaan siswa dan pelulusan Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah
Kranji dari tahun 1995 – 1997 sebagaimana tersebut di tabel sebagai berikut :
|
NO
|
TAHUN
PELAJARAN
|
PENERIMAAN
|
PELULUSAN
|
||||
|
L
|
P
|
JUMLAH
|
L
|
P
|
JUMLAH
|
||
|
1.
|
1991
/ 1992
|
83
|
86
|
169
|
57
|
63
|
110
|
|
2.
|
1992
/ 1993
|
101
|
92
|
193
|
59
|
82
|
141
|
|
3.
|
1993
/ 11994
|
73
|
94
|
167
|
63
|
79
|
142
|
|
4.
|
1994
/ 1995
|
77
|
155
|
232
|
69
|
74
|
143
|
|
5.
|
1995
/ 1996
|
91
|
173
|
264
|
66
|
75
|
141
|
|
6.
|
1996
/ 1997
|
96
|
169
|
265
|
-
|
-
|
-
|
Perlu
diketahui sejak berdiri sampai roda kepemimpinan Madrasah Aliyah Tarbiyatut
Tholabah Kranji dipimpin oleh Drs. Moh. Yahya.
E.
Kuliah
Kitab Kuning
Setelah
terjadinya beberapa perubahan kurikulum Madrasah Aliyah yang menyebabkan masih
kurangnya bekal ilmu Agama bagi mutakhorijnya, maka paa tahun 1986 Pondok
Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji menganggap sangat perlunya untuk menambah
pelajaran Agama maka berdirilah kelas khusus Agama dengan masa dua tahun yang
diberi nama Kuliah Kitab Kuning (KKK).
Diantara
guru-gurunya adalah :
1.
K.H. Moh. Baqir Adelan
2.
K.H. Salim Azhar
3.
K.H. Abdulloh Amin , Lc.
4.
K.H. Abdul Hadi Yasin
5.
K.H. Nur Salim
6.
Ustadz Qomaruddin Mahmud
Kuliah
Kitab Kuning ini, dengan berdirinya STIT Sunan Giri di Kranji maka megalami
penyusutan murid, sehingga akhirnya mengalami kefakuman.
F.
Madrasah
Aliyah Keagamaan (MAK) Tarbiyatut Tholabah
Bila
pada tahun 1988 Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji mendirikan STIT
Sunan Giri Lamongan di Kranji. Maka pada tahun 1993 Yayasan Pondok Pesantren
Tarbiyatut Tholabah Kranji membuka Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) sesuai
dengan program Departemen Agama di mana madrasah tersebut administrasinya dan
asramanya dipisahkan dengan Madrasah Aliyah.
Pada
awal berdirinya koordinatornya adalah Drs. Fathur Rahman kemudian dilanjutkan
oleh M. Munif Na’im , Lc baru kemudian Dra. Lujeng Luthfiah.
Kurikulumnya
menggunakan standar Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri Jember. Alhamdulillah dari
tahun ke tahun jumlah siswa-siswinya mengalami peningkatan jumlahnya.
G.
STIT
Sunan Giri Lamongan di Kranji
Setelah dianggap perlu
H.
STAI
Sunan Drajat
0 komentar:
Posting Komentar